Jaga Tradisi, Warga Dusun Gotong Royong Membuat Kembar Mayang
Mintobasuki-Gabus.Desa.id - Rabu malam (8/4) selepas magrib, suasana kebersamaan tampak hangat di Dusun Jrakah. Sejumlah warga berkumpul untuk gotong royong membuat kembar mayang sebagai persiapan pernikahan Ngatono, calon mempelai pria.
Dengan duduk lesehan, warga terlihat tekun merangkai bahan demi bahan. Di antaranya tampak Bapak Sabar, Bapak Wagiyo, Bapak Supartono, Bapak Sukardi, Bapak Sarwi, Bapak Paryono dan Bapak Sukiman yang bersama-sama menyusun kembar mayang dengan penuh ketelatenan. Kembar mayang dibuat dari pohon pisang kecil yang kemudian dihiasi dengan aneka bunga serta kreasi dari daun kelapa muda (janur).
Meski dikerjakan pada malam hari, semangat warga tetap tinggi. Sambil bekerja, mereka saling berbincang santai sehingga suasana terasa akrab dan penuh kekeluargaan.
“Kegiatan seperti ini sudah menjadi tradisi. Selain membantu yang punya hajat, juga mempererat kebersamaan warga,” ujar Bapak Sabar di sela-sela kegiatan.
Kembar mayang merupakan salah satu unsur penting dalam pernikahan adat Jawa yang biasanya dipersiapkan menjelang hari pelaksanaan. Rangkaian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga mengandung makna doa dan harapan agar kedua mempelai dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan harmonis.
Secara filosofi, susunan janur, bunga, dan batang pisang dalam kembar mayang melambangkan kesuburan, keharmonisan, serta awal perjalanan baru bagi pasangan pengantin. Karena itu, tradisi ini masih terus dijaga oleh masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya.
Kembar mayang yang dibuat warga ini rencananya akan dibawa keesokan harinya untuk digunakan dalam rangkaian prosesi pernikahan. Kegiatan gotong royong seperti ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian antarwarga di Dusun Jrakah masih terjaga dengan baik.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin