Sejumlah Pekerjaan Lumpuh, Sebagian Warga Memanfaatkan Sumber Daya Terdekat dan Terbuka Menerima Bansos

02 Januari 2023
Nur Setyaningrum
Dibaca 106 Kali

Mintobasuki-Gabus.desa.id - Berada di kawasan yang memang sudah terbiasa dengan keadaan banjir, meskipun sejumlah pekerjaan (pertanian, peternakan, pertukangan, perdagangan, dan  umkm lainnya) lumpuh, namun warga tetap memanfaatkan sumber daya terdekat dengan cara menjaring ikan hingga mengunduh tanaman-tanaman yang masih bisa diolah, Mintobasuki, Senin (2/1/2023).  

“Kalau saya pasang jaring ikan, karena memang nggak hobi mancing. Untuk sayuran palawija terendam banjir semua, Mbak. Jadi palingan kembang turi yang masih bisa dimanfaatkan,” kata Joko Prasetiyo, Mnggu (1/1/2023), salah satu warga Kulonan yang masih bertahan di RW 02  dengan membuat  “ranggon” (sejenis panggung).

Menurut keterangan dari pemerintah desa, warga pun terbuka untuk menerima bantuan sosial yang dapat disetorkan melalu posko ataupun menghubungi kontak resmi nomor admin pemerintah desa. Di antara barang keperluan yang krusial dibutuhkan berupa nasi bungkus, sembako (beras, mie), popok bayi/pampers, perlengkapan bayi. Sementara itu, menurut keterangan dari warga lain, obat  gatal-gatal dan obat alergi pun cukup dibutuhkan.

Semenjak air menggenangi kawasan yang terdiri dari Dukuh Koripan Sampi dan Jrakah ini, pemerintah desa membuka posko penggalangan dana yang berpusat di kantor Desa Mintobasuki, Rt 05/ Rw 01. Beberapa nomor admin yang bisa dihubungi untuk  informasi posko banjir Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati di nomor (1) 0813 2533 7089 (2) 0823 2893 4635, (3) 0852 6791 4119.

Sejumlah toko terdekat di lokasi bencana pun memang masih menyediakan jasa pembelian bahan sembako, namun mereka juga terkendala untuk mendapatkan stok sembako dalam jumlah yang besar, lantaran akses kendaraan transportasi darat sulit terjangkau. Maka, salah satu upayanya dengan transportasi air dari perahu kayu.

Hingga kini, masih banyak juga sejumlah warga yang lebih memilih untuk bertahan di lokasi rumah masing-masing dari pada harus mengungsi ke tempat lain. Termasuk anak-anak,  untuk sekolah dasar, TPQ, MADRASAH dan PAUD terpaksa diliburkan lantaran tempat belajar mereka terendam air. Namun demikian, meskipun dalam suasana duka banjir, menurut keterangan dari catatan warga anak-anak tetap bisa menikmati sejumlah aktivitas bersama keluarga. Mayoritas mereka memiliki kemahiran berenang, akan tetapi pantauan terhadap anak masih sangat diperlukan. Pasalnya, tak semua anak memiliki keterampilan renang yang baik. (NOE).