Pertanian

Bengkok Desa Dilelang, Setiap Warga Memiliki Hak Sama untuk Menawar

23 September 2022
Nur Setyaningrum
Dibaca 152 Kali
Bengkok Desa Dilelang, Setiap Warga Memiliki Hak Sama untuk Menawar

Mintobasuki-Gabus.desa.id - Kamis, 23  September 2022 sejumlah  warga menghadiri  lelang tanah “bondo” desa  dan “bengkok perangkat desa yang kosong” tahun 2022. Dihadiri oleh kepada Desa Mintobasuki, Saryadi, Sekretaris Camat, Ketua BPD dan anggotanya, LPMD, Ketua RT, Ketua RW dan seluruh perangkat Desa Mintobasuki, serta warga yang berminat untuk melakukan proses lelang.

“Setiap warga memiliki hak yang sama untuk melakukan lelang. Perdebatan sangat memungkinkan terjadi, sedikit riuh adalah hal biasa, akan tetapi kami harap itu hanya ada di forum ini. Selesai dari forum ini kita kembali lagi,” tegas Wiji Sugeng Purwanto selaku BPD dalam sambutannya pada pembukaan acara.

Menurut keterangan dari informasi yang disebar oleh sekretaris panitia, persyaratan yang dihadirkan cukup komplek. Di antaranya peserta lelang wajib untuk datang sendiri, dan bagi pemenang lelang wajib untuk menyerahkan uang muka sejumlah 20% dari harga jadi pada hari yang sama. Sementara untuk kekurangan 80% dari harga lelang diserahkan dalam tempo paling lambat dua minggu setelahnya yaitu pada 6 Oktober 2022.

Lelang ini memiliki jangka masa penggarapan sawah terhitung selama satu tahun. Untuk tebu penggarapan satu kali masa panen (tebangan normal), sementara untuk padi penggarapan tiga kali (3x) masa panen. Sawah “bondo” desa yang dilelang terdiri dari (1) bondo desa gamelan, (2) bengkok staf urusan keuangan, (3) bondo desa Guminta, (4) bengkok kaur TU dan Umum, dan (5) bengkok staf urusan keuangan.

Sekretaris Camat, Ponco Aryanto, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa hasil lelang saat ini lebih memiliki nilai sewa yang tinggi daripada tahun sebelumnya.

“Hal ini diikarenakan pemerintah setempat, khususnya jajaran pemimpin di Kabupaten Pati pun sedang berupaya untuk meminimalkan kendala potensi banjir. Jadi kalaupun ada banjir, dampaknya tidak sampai terlalu besar kerugiannya,” (red) tegas Sekretaris Camat mewakili Camat  Gabus yang berhalangan hadir di acara pada Kamis, (23/9).

Namun demikian, sepanjang informasi dari beberapa  surat kabar, jateng.antarnews.com. (15-16/7/2022), jateng.idntimes.com (7/1/2020), voi.id (15/7/2022) penanganan banjir hanya sebatas pada normalisasi tanggul sungai, perbaikan tanggul yang jebol, normalisasi sungai Juwana, hingga upaya penanganan saat/pasca bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

Selanjutnya terkait lelang, seluruh harga lelang dasar di kisaran harga awal 12 hingga 13 juta rupiah. Dipimpin oleh ketua panitia langsung, Abdul Mustaji, pelelangan “bengkok’ dan “bondo” desa berjalan cukup lancar selama lebih dari tiga jam hingga selepas waktu Dhuhur. (NS)

 

 

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image