Pembuatan Pupuk Organik

MINTOBASUKI, GABUS–Jumat (11/09) lalu, telah dilaksanakan pembuatan pupuk organik oleh kelompok ternak Ngudi Berkah Mintobasuki. Acara tersebut diselenggarakan di gudang ternak Mintobasuki. Acara ini bertujuan untuk mengawali sistem pertanian organik, tentang penyelamatan lahan pertanian dimasa yang akan datang, serta meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan dalam pertanian.

Pada tahun 2019 lalu, warga Mintobasuki telah mengawali dengan adanya pemberdayaan ternak kambing dan domba menggunakan pola pakan fermentasi. Di tahun 2020 ini,  dilanjutkan dengan pemberdayaan pertanian organik. Berbekal kotoran domba yang dimiliki anggota kelompok, maka lewat kelompok juga, kotoran tersebut diproses menjadi pupuk.

Jasir selaku ketua kelompok ternak Ngudi Berkah mengungkapkan bahwa pupuk ini nantinya akan digunakan untuk uji coba. “Pupuk organik ini nanti akan kita gunakan untuk uji coba pembuatan demplot pertanian padi organik,” Ungkap Jasir. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada masyarakat yang membutuhkan, karena nantinya bisa untuk dijual. “Kami jual dengan harga seribu per kg untuk yang membutuhkan. Pupuk ini nanti juga akan kita gunakan dalam program pemberdayaan kepada Ibu ibu yaitu tanam sayur dalam polybag,” Tambah Jasir

Teknik Pembuatan Pupuk

Adapun untuk komposisi dari pupuk itu sendiri ialah kotoran domba fermentasi 80%, sekam 10%, dedak 5%, kapur dolomit 5%. Setelah semua bahan tercampur, terakhir di semprotkan air yang sebelumnya sudah di campur dengan probiotik yaitu menggunakan Suplemen Organik Tanaman.  Kemudian, disemprotkan dengan kadar air kurang lebih 30% selanjutnya diaduk kembali semua campuran yg ada. Setelah  semua bahan dan air SOT tercampur, selanjutnya di tutup rapat menggunakan terpal atau di wadahi plastik besar kemudian ditutup rapat selama kurang lebih 1 minggu. Setelah satu minggu, plastik bisa dibuka kemudian pupuk siap di packing.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan